Kapan Waktu Terbaik Otak Berfungsi? Ini Jawabannya Menurut Penelitian

Notification

×

Iklan

Iklan

Kapan Waktu Terbaik Otak Berfungsi? Ini Jawabannya Menurut Penelitian

02 Januari 2023 | 11:04 WIB Last Updated 2023-01-02T04:04:32Z


WELASASIHMEDIA.ID
- Penelitian baru-baru ini mendapati, mahasiswa meraih nilai terbaik jika ujian diadakan di awal siang. Kondisi ini berlaku bagi remaja hingga orang usia 20 tahun.


Sementara itu, setelah usia 20 tahun, puncak fungsi kognitif otak terjadi lebih pagi, seperti dikutip dari laman Big Think. Kok bisa?


Penelitian Fungsi Kognitif


Peneliti Alessio Gaggerio dan Denni Tommasi, ekonom dari Universitas Granada, Spanyol dan Universitas Bologna, Italia, semula memulai studi ini untuk menguji apakah sebuah titik waktu dalam satu hari memengaruhi kinerja otak.


Jika benar demikian, maka waktu pelaksanaan ujian pada mahasiswa yang tidak sesuai dengan waktu puncak fungsi kognitifnya bisa berdampak pada nilai ujian yang lebih jelek.


Untuk menguji hipotesisnya, Gaggerio dan Tommasi memeriksa 503.358 nilau ujian lebih dari 50.000 mahasiswa sarjana dan pascasarjana anonim pada tahun akademik 2014-2015 dan 2018-2019.


Nilai ujian tersebut dikelompokkan dari waktu ujian pagi (9 pagi), siang (1.30 siang), dan sore (4.30 sore), seperti dikutip dari Time of Day and High Stakes Cognitive Assessments.


Hasil penelitian mereka mendapati, performa ujian mahasiswa lebih tinggi di siang hari ketimbang pagi hari, dan sedikit lebih tinggi ketimbang sore hari.


Pengaruh Ritme Sirkadian


Studi Gaggerio dan Tommasi juga mendapati bahwa ritme sirkadian berperan pada fungsi kognitif otak, contohnya dalam menghadapi ujian.


Ritme sirkadian adalah sistem jam bangun-tidur alami tubuh yang sangat dipengaruhi cahaya dan memengaruhi pencernaan, produksi hormon, dan kinerja kognitif.


Penelitian yang dipublikasi di the Economic Journal, Royal Economic Society ini menunjukkan, nilai ujian yang diadakan di awal siang hari meningkat lebih tinggi dibanding pagi hari di bulan Januari, saat cahaya pagi jauh lebih sedikit.


Lebih lanjut, waktu pelaksanaan ujian juga tampak lebih jelas pada ujian yang melibatkan pemecahan masalah, pemikiran logis, dan penalaran abstrak. Aspek-aspek ini sebelumnya telah diketahui terpengaruh oleh ritme sirkadian.


Nah, menurut penelitian ini, mahasiswa di usia 20 tahun ke bawah punya fungsi kognitif terbaik di awal siang hari, sementara mahasiswa yang usianya lebih tua punya waktu kognitif puncak lebih pagi.


Rupanya, kondisi ini disebabkan karena orang-orang di akhir usia remaja punya jam biologis terbaru seusai perubahan biologis yang terjadi di tubuhnya memasuki masa dewasa.


Perlu digarisbawahi, penelitian ini masih memerlukan pengembangan seperti analisis berat konten ujian mahasiswa tiap slot waktu yang diteliti. 


Dengan demikian, dapat lebih jelas diketahui apakah mahasiswa yang ujian di siang hari punya bobot ujian yang sama beratnya dengan ujian pagi atau sore hari.***